Dijaman modern sekarang ini, waktu sungguh terasa begitu cepat berlalu. Baru hari minggu kemaren dilewati, tidak terasa besok sudah hari minggu lagi. Hal ini hampir dirasakan oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal diperkotaan, yang kesehariannya disibukkan dengan bekerja, bekerja, dan bekerja….
Mungkin bagi yang masih tinggal di pedesaan atau bahkan di pegunungan kurang begitu terasa. Mereka dapat sedikit merasakan santainya kehidupan ini dan menikmati karunia alam ciptaan Tuhan. Tetapi tidak begitu yang dirasakan oleh masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan besar, sungguh, melewati keseharian sungguh melelahkan. Dari kejar-kejaran waktu, sampai waktu juga yang mengejar mereka dengan istilah deadline, deadline, deadline…..
Saudara yang terkasih, sebagai umat kristen kita juga mengalami apa yang dinamakan kejenuhan. Baik dalam keseharian hidup yang berupa jasmani maupun rutinitas keseharian rohani. Ke gereja setiap minggu bukan berarti pulangnya akan mendapatkan power extra seolah-olah EV yang baru dicas. Malahan tidak sedikit yang dibawa pulang adalah kepenatan dan beban berat yang justru bertambah (bisa saja tiba-tiba dibacakan warta jemaat yang menuntut partisipasi dana jemaat buat ini dan itu di gereja). Sebagian mungkin akan pulang dengan suka cita, namun tidak sedikit yang masih dikejar dengan beban hidup dan himpitan ekonomi yang belum terselesaikan.
Sebenarnya dengan ke gereja setiap minggu apa yang anda cari bro? ketenangan batin? Benarkah anda temukan ketenangan batin disana? Lalu kalau memang bisa anda temukan ketenangan batin disana mengapa sewaktu pulang ke rumah “ketenangan batin” ini anda tinggalkan lagi di gereja?
Coba saudara renungkan kembali baik-baik, jangan emosi dan duduklah dengan tenang. Apa sebenarnya yang anda cari dengan pergi ke gereja? Apa? Kalau tentang keselamatan bukankah anda semua pengikut Yesus Kristus sudah pasti selamat? (Baca Judul Artikel Bagaimana Dosa Kita Ditebus? - Rahasia Baptisan).
Banyak ayat yang menjamin keselamatan kita di dalam Kristus. Bahkan Tuhan sendiri memberikan Roh-Nya sebagai materai dan jaminan bagi kita. Lalu apa sebenarnya tujuan kita ke gereja kalau begitu? Pernahkah ini saudara tanyakan dalam hati saudara sendiri? Tidak pernah bro? Jadi selama ini ke gereja hanya karena rutinitas dan tradisi keluarga saja?
Jangan kaget bro, meski saya tidak melakukan riset secara pribadi, tetapi bila anda bertanya kepada orang-orang yang beribadah di hari minggu itu, bisa jadi lebih dari 90% dari mereka akan menjawab untuk ibadah. Titik. Jadi cuma itu? Kita ke gereja semata-mata cuma untuk ibadah? Untuk apa coba ibadah itu? Untuk ke Sorga dan kalau tidak ke gereja bisa ke Neraka?
Coba anda perhatikan lagi, berapa banyak diantara mereka yang begitu bubar ibadah langsung menghilang bak ditelan bumi? Waktu ibadah di dalam gedung ada 100 – 200 orang, saat bubar tidak sampai 15 menit sudah senyap.
Saudara yang terkasih, yang mesti kita ingat adalah umat kristen ke gereja beribadah bukan dalam rangka mencari tiket untuk masuk sorga, bukan. Jaminan keselamatan kita sudah pasti. (Baca Judul Artikel Bagaimana Dosa Kita Ditebus? - Rahasia Baptisan).
Ibrani
9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.
9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan dirinya untuk menanggung dosa banyak orang . Sesudah itu Ia akan menyatakan dirinya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk meng anugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Filipi
3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
Apa anda tahu arti kewargaan kita ada di sorga bro? Sudah pasti tahu kan? Karena itu jagalah keselamatan yang sudah Tuhan Yesus berikan kepada kita saat ini. Jaga baik-baik dan jangan sampai anda hilangkan saudara.
Tujuan kita beribadah bukan lagi untuk mencari keselamatan yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Tujuan kita beribadah selain mengucapkan syukur kita kepada Tuhan karena telah menyelamatkan kita, adalah untuk persekutuan antara sesama anak Allah, supaya apa? Tidak lain dan tidak bukan supaya ada kasih yang nyata dari dalam diri kita.
Yohanes
13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
1 Korintus
12:25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
1 Tesalonika
5:11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.
1 Yohanes
3:23 Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
Ini semua harusnya ditambahkan menjadi tujuan kita setiap minggu ke gereja. Kita memang tidak lagi ke gereja untuk mencari keselamatan, kita ke gereja untuk mengucapkan syukur karena sudah diselamatkan, tetapi persekutuan juga harus menjadi fokus kita. Untuk apa? Untuk saling mengasihi sesama anak Allah, saling menguatkan dan saling berbagi beban.
Persekutuan dengan saudara seiman tidak boleh terabaikan, karena dengan bersekutulah kita jadi bisa saling mendoakan, membantu dan bertumbuh bersama dalam iman. Jika saudara mampu, tidak ada salahnya untuk membantu saudara seiman yang sedang mengalami kesulitan, dan alangkah baiknya jika bantuan tidak selalu berupa harta (ikan) tetapi bisa juga memberikan kesempatan, keterampilan atau kemampuan (kail) yang justru lebih berguna bagi saudara kita.
Jika kita berbagi hanya selalu dimaknai sebagai pemberian materi tanpa arah pertumbuhan, ada risiko ketergantungan yang tidak sehat. Karena itu, berbagi dalam kasih tidak berhenti pada ‘ikan’, tetapi juga mencakup ‘kail’—membantu orang memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri.
2 Tesalonika
3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberikan peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
Rasul Paulus menekankan bahwa ada tanggung jawab dalam kehidupan, sehingga bantuan dalam komunitas sebaiknya juga mendorong pertumbuhan dan kemandirian. Jangan sampai malah membuat orang jadi malas bekerja karena bantuan tersebut.
Kembali ke topik, Ke gereja bukan cuma untuk ibadah saja, ibadah umat kristen adalah dalam rangka mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan itu dapat kita lakukan dimana saja. Kita ke gereja jangan cuma ditujukan untuk itu, tetapi harus jauh lebih dalam lagi. Kita ke gereja harus membangun persekutuan yang sehat bersama saudara seiman.
Motivasi kita ke gereja yang selama ini hanya untuk ibadah sudah seharusnya ditinjau ulang. Ke gereja bukan semata-mata untuk beribadah (mengucapkan terima kasih kepada Tuhan), Kita juga harus bisa bertumbuh bersama dalam iman, bisa bersekutu dengan saudara seiman, saling mendoakan, saling berbagi peduli, saling membantu. Bukan cuma datang, duduk 2 jam, pulang tanpa saling mengenal bahkan yang tadi duduknya disebelah kita.
Ibrani
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Saudara yang terkasih, kalau selama ini kita ke gereja cuma karena rutinitas, datang, duduk 2 jam, selesai doa berkat lalu menghilang dengan segera…. Ubahlah! Karena sesungguhnya bukan itu tujuan ibadah kita. Kita datang ke gereja agar ada persekutuan dengan sesama saudara seiman, karena dengan ke gerejalah kita semua dapat bertemu dan berkumpul bersama.
Bila saudara merasa ekonomi saudara “sangat baik” jangan lalu merasa tinggi hati, merasa lebih penting dari yang lain sehingga merasa yang lain tidak layak bergaul dengan saudara. Disadari atau tidak, mungkin saja hal ini pernah hinggap di hati kita. Buanglah semua itu! Bukan itu yang Tuhan mau dari kita. Pendeta, majelis maupun jemaat semua sama di mata Tuhan, kaya miskin tidak ada bedanya dimata Tuhan. Semua sama-sama dikasihi Tuhan. Mereka semua memanggi Tuhan dengan sebutan Bapa. Mereka semua milik Tuhan, dan kalo mereka bukan milikmu… awas hati-hati, punya hak apa saudara berani merendahkan yang milik Tuhan?
Gunakanlah juga kesempat ke gereja untuk bersekutu dengan saudara seiman, yang harus saudara lakukan adalah berdiam sesaat selesai ibadah, cobalah untuk meluangkan sedikit waktu agar ada interaksi dengan saudara seiman dalam komunitas gereja saudara. Cobalah untuk saling mengenal, karena adalah hal yang mustahil untuk saling menasehati, saling memperhatikan dan saling membangun jikalau namanya saja bahkan tidak kita kenal.
Sekedar saudara ketahui, tidak sedikit jemaat-jemaat yang berada di gereja-gereja besar diperkotaan yang pada dasarnya merasa sangat kesepian, mereka merasa bagai orang asing ditengah-tengah manusia yang mengaku sebagai saudara seiman. Ini harusnya mendapatkan perhatian dari pendeta dan majelis, karena terutama bagi jemaat yang baru bergabung, adalah hal yang sulit bagi mereka untuk tiba-tiba membaur dengan jemaat yang sudah lama ada disana.
Ada banyak gereja yang kurang memperhatikan hal-hal ini. Mereka cuma sibuk dengan orang-orang lama yang sudah saling mengenal saja, saat ada jemaat baru muncul paling banter cuma disuruh berdiri, mengenalkan diri, lalu berlalu seperti orang asing kembali. Bahkan mungkin, kalo pagi ketemu di gereja dan sorenya berpapasan di jalan, mereka tidak lagi saling mengenal.
Kalau pengurus gereja bisa sampai begini, maka jangan heran kalau jemaat yang ada didalamnyapun berbuat hal yang sama. Akan banyak terbentuk komunitas kecil yang cuma mau bergaul dengan sesamanya sendiri, ada kelompok kaya, kelompok suku, kelompok miskin, dan kelompok-kelompok lainnya, hey saudara, jika di gereja tempat anda berjamaat sudah terbentuk kelompok-kelompok seperti ini, cobalah untuk menyadarkan mereka, dan kalau ternyata apa yang anda usahakan sudah tidak lagi dapat diperjuangkan, maka carilah komunitas gereja lain biar imanmu tidak tergerus.
Jangan takut bertumbuh di komunitas gereja lain yang membawakan kebersamaan dan pertumbuhan iman. Denominasi bukanlah yang harus dipertahankan, tetapi kehangatan imanmulah yang harus diselamatkan agar jangan menjadi dingin.
Semoga para pengurus gereja, pendeta dan majelis yang masih mau mendengar nasehat dapat bersikap bijak. Ingat, setiap domba yang dititipkan Bapa padamu, itu adalah tanggung jawabmu.
Mohon maaf jikalau ada yang tersinggung, silahkan saudara ambil yang berguna dan abaikan yang menurut saudara tidak benar.
Akhir kata, untuk yang berfikir sebaiknya jangan ke gereja lagi, ada satu ilustrasi yang bagus.
Bila ada setumpuk api unggun, jangan tarik satu kayunya sebab ia akan cepat padam.
Kemuliaan bagi Yesus Kristus. Amin.
GBU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar