Pernah melihat di Youtube, seseorang mempermasalahkan kitab Amsal pada seseorang yang mengakunya Kristen katakanlah si A, tetapi ternyata kurang memahami apa dasar imannya itu. Pelaku sengaja mengarahkan si A membaca Amsal 7 ayat 18-19… Woow, si A sampai malu sendiri dan yah…. Tentu saja kesempatan ini tidak dilewatkan si pelaku untuk memojokkan dan menyesatkan si A dengan melabeli kitab yang dia imani sebagai kitab porno. Tidak diketahui apakah si A tercuci otaknya atau tidak…..
Bro, gimana kalau si A ini adalah anak kita? Apa yang akan kita jelaskan pada si A seandainya kita sendiri sebagai orang tua tidak pernah dewasa secara iman? Atau jangan-jangan malah kita juga terpengaruh? He..he….
Apa sih isi kitab Amsal pasal 7 ayat 18-19 itu? Inilah isinya:
Amsal
7:18 Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara.
7:19 Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh,
Nah gimana bro? malukah anda? risihkah anda membacanya?
Jangan cepat-cepat merah muka bro, anda tidak salah. Ini memang isi dari kitab itu… lalu gimana menjelaskannya? Benarkah ini isinya pornografi?
Saudara, Jika ayat tersebut dipotong dari konteksnya, orang dapat dengan mudah salah memahami seolah-olah teks itu merupakan ajakan seksual, saya ambil contoh. Seorang dokter kandungan bila mau menolong persalinan seorang ibu muda mungkin dia akan berkata:
“Selamat pagi, Bu. Saya dokternya. Tenang ya, Ibu dan bayi akan kami bantu. Sekarang saya periksa dulu kondisi Ibu dan bayinya. Kalau kontraksinya datang, tarik napas dalam dan ikuti arahan saya. Jangan mengejan dulu sebelum saya minta, ya.”
“Celananya silakan dibuka dulu, Bu. Setelah itu silakan berbaring dengan nyaman. Kedua kakinya dibuka sedikit, ya, Bu.”
“Ibu sudah merasa ingin mengejan? Bagus. Nanti kalau kontraksi datang, tarik napas, tahan, lalu dorong ke bawah seperti sedang BAB. Ikuti aba-aba saya. Ibu tidak sendirian, kami akan bantu sampai bayinya lahir.”
“Bagus sekali, Bu. Tarik napas lagi… dorong… terus… sedikit lagi… bagus. Kepala bayinya sudah terlihat. Jangan panik, ikuti arahan saya. Bayinya sebentar lagi lahir.”
Ini mungkin terdengar biasa dan tidak ada yang salah… tapi coba penggal percakapan itu cuma di bagian
“Celananya silakan dibuka dulu, Bu. Setelah itu silakan berbaring dengan nyaman. Kedua kakinya dibuka sedikit, ya, Bu.”
BAH! Apa yang anda tangkap, saudara?
Membaca kitab Amsal 7 itu bro, bila kita ikuti konteksnya dari awal maka akan lengkap apa yang ingin disampaikan si penulis.
Amsal
7:1 Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku , dan simpanlah perintahku dalam hatimu.
7:2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.
7:3 Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu.
7:4 Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu,
7:5 supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.
7:6 Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku,
7:7 kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi,
7:10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik
7:13 Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya, dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya
7:16 Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir. 7:17 Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis.
7:18 Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara.
7:19 Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh,
7:24 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku.
7:25 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya.
Apakah saudara bisa melihatnya dengan jelas sekarang? Saya pisahkan Amsal 7 dari ayat 1 sampai 25 ini dalam tiga bagian terpisah. Bagian pertama adalah peringatan kepada anak-anak muda untuk berhati-hati, jadikan hikmat untuk melindungi dirimu. Ini adalah nasehat dari senior kepada junior untuk waspada.
Waspada terhadap apa? Jawabannya ada di alenia ke dua dimana dijelaskan bahwa ada banyak perempuan yang berpakaian sundal dan berhati licik yang akan menjerumuskan mereka anak-anak muda kedalam perzinahan, maka di ayat selanjutnya digambarkanlah perzinahan itu seperti apa….
Sebagai manusia anda risih membaca ayat ini? Silakan risih dan malu, bro. Tapi jangan salahkan Amsalnya. Sebab yang sedang diperlihatkan Amsal adalah perbuatan manusia, itu bukan yang diajarkannya, melainkan sesuatu yang memang bisa manusia lakukan. Amsal sedang bertindak sebagai cermin yang memantulkan perbuatan dosa manusia, bukan mengundang manusia untuk berdosa. Jadi kalau isi pesannya terasa kotor, jangan buru-buru mengatakan pembawa pesannya yang kotor. Bisa jadi kita sedang tidak nyaman karena untuk pertama kalinya dosa manusia ditampilkan apa adanya di depan mata kita.
Sederhananya bro, kalau kita bersundal lalu perbuatan itu direkam oleh kamera wartawan dan kemudian ditayangkan di depan kita, kok malah kita menuduh si perekam yang berbuat porno? Kamera hanya merekam apa yang terjadi. Kamera tidak menciptakan perzinahan itu.
Begitu juga dengan Amsal 7. Amsal tidak menciptakan perzinahan, tidak mengajarkannya, dan tidak mengundang kita untuk melakukannya. Amsal sedang membongkar dan memperingatkan kita tentang dosa yang memang dilakukan manusia. Kitab ini sedang menjelaskan dosa perzinahan dan perbuatan perzinahan yang kita manusia bisa perbuat, lalu mengapa kitabnya yang dicap kitab porno? Ha…ha…. Sebenarnya yang porno itu siapa, bro? Kitab yang menggambarkan perzinahan sebagai contoh buruk, atau otak si pembaca kitab itu?
Kata-kata di Amsal yang kita sangka vulgar seperti di ayat 7:18 itu tidak salah, memang vulgar kok! Tapi sebenarnya itulah kata-kata kita sebagai manusia yang disajikan dalam teksnya, itu kata-kata yang sanggup kita katakan bro, bukan yang diajarkan Amsal.
Anda sehat sekarang bro?
Dewasalah dalam imanmu bro, sehingga saat serangan datang meskipun menggunakan kitab anda sendiri, anda tidak terbawa dalam penyesatan mereka.
Perlu saya jelaskan di akhir artikel ini, Amsal 7 pertama-tama sedang memberikan peringatan nyata tentang godaan seksual, perzinahan, ketidaksetiaan, dan jalan menuju kehancuran. Tema tentang perzinahan dan persundalan ini kemudian memiliki resonansi yang lebih luas dalam kitab-kitab para nabi, ketika ketidaksetiaan Israel kepada TUHAN juga digambarkan sebagai persundalan.
Jadi sekarang jelas bagi kita, Kalau CCTV merekam seseorang sedang berzina, kita tidak menyebut CCTV sebagai pelaku perzinahan hanya karena CCTV merekam peristiwa tersebut. Demikian pula, teks yang menggambarkan perzinahan tidak otomatis menjadi teks yang menganjurkan atau mempraktikkan pornografi.
Sama seperti dokter kandungan tidak mungkin menjelaskan anatomi atau kesehatan reproduksi manusia dengan menggunakan gambar kerang Abalone sebagai gambaran anatomi manusia. Dokter kandungan memang harus berbicara tentang organ intim secara terus terang karena itulah objek yang sedang ia jelaskan. Bahasa yang digunakan mungkin seksual secara biologis, tetapi tujuannya adalah medis, bukan pornografis.
Ambil hikmah dari setiap kritik maupun serangan, tetapi dewasalah dan tetap dalam imanmu adalah kunci jawabannya.
Syallom.
GBU